Follower

Tag Name

My Article

Link Seputar Kampus

From This Blog Only!

Rubic's Cube

Chit-Chat

Tampilkan postingan dengan label Imp_Sist_Informasi. Tampilkan semua postingan

Part 5...

Berhubung artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya, maka untuk melihat artikel sebelumnya:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4


E. Peninjauan Setelah Implementasi

Dari kasus sebelumnya, ini merupakan tahapan terakhir dari implementasi sistem.
Tujuan pengembangan sistem baru yang berkualitas adalah untuk menghasilkan sistem yang tidak melampaui anggaran, tepat waktu dan memenuhi keperluan pemakai. Proses untuk menganalisis apa yang berjalan dalam proyek yang berhasil maupun tidak berhasil disebut peninjauan pasca implementasi(post implementasi review).
Peninjauan pasca implementasi adalah pencarian terorganisir untuk menemukan cara meningkatkan efesiensi dan efektivitas sistem baru, dan untuk memberikan informasi yang akan membantu dalam pengembangan sistem mendatang. Peninjauan pasca implementasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari wakil pemakai, auditor internal, professional sistem, dan disertakan pula konsultan eksternal atau auditor independen untuk meningkatkan objektifitas dan mengurangi kepentingan politik yang terjadi diantara kelompok-kelompok internal.

Empat cakupan area peninjauan pasca implementasi:
1. Faktor-faktor sistem
2. Komponen rancangan sistem
3. Keakuratan estimasi
4. Tingkat dukungan


E1. Faktor-Faktor Sistem

Mencakup:

a. Faktor kelayakan Teknis, Ekonomis, Legal, Operasional, dan Jadwal(TELOS).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak penginputan data keuangan perusahaan v4 sudah memenuhi kelayakan TELOS suatu sistem. Yaitu sistem tersebut diterapkan dengan teknologi baru(Java), biaya murah, legal, kemampuan personel khususnya IT yang memadai serta sistem tersebut berlaku pada waktu yang sudah ditentukan.

b. Faktor strategis, Produktivitas, Diferensiasi, dan Manajemen (PDM).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak penginputan data keuangan perusahaan v4 sudah memenuhi faktor strategi PDM suatu sistem. Yaitu sistem tenaga kerja yang diperlukan tidak terlalu banyak karena hampir semua telah dikerjakan oleh sistem, kualitas sistem lebih baik dari sistemm sebelumnya, dan sistem menyediakan informasi yang cepat serta akurat mengenai keuangan perusahaan v4.

c. Faktor rancangan kemampuan pemeliharaan, pendayagunaan, pendayagunaan kembali, realibilitas, dan kemampuan perluasan(MURRE).
Dari kasus diatas, sistem perangkat lunak penginputan data keuangan perusahaan v4 sudah memenuhi faktor MURRE suatu sistem. Yaitu dari pihak programmer telah disiapkan personel untuk memelihara dan mendayagunakan sistem ini sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.


E2. Komponen Rancangan Sistem

Mencakup:

a. Output
Berisi data keuangan yang telah dihitung sampai dengan laporan keuangan, serta printout dari hasil laporan keuangan guna transparasi keuangan perusahaan.

b. Input
Berisi aplikasi form dari mulai login, pemilihan menu, menginput data ke jurnal.

c. Proses
Berisi pengolahan data dari inputan data keuangan.

d. Database
Berisi data output yang disimpan pada file database sendiri.

e. Kendali
Berisi pengendalian sistem agar sistem dapat berjalan dengan baik.

f. Platform teknologi
Berisi teknologi yang digunakan yaitu program JAVA serta spesifikasi komputer yang memadai.


E3. Keakuratan Estimasi

a. Waktu
Menggunakan sistem perangkat lunak penginputan data keuangan perusahaan v4, waktu yang dibutuhkan tentunya lebih cepat dikarenakan user hanya perlu mengisi form aplikasi yang telah disediakan, serta akan menjadi tepat waktu dalam menerima data pengolahannya.

b. Biaya
Biaya yang dikeluarkan cukup murah karena hanya perlu memelihara sistem dan personel sehingga sistem perangkat lunak penginputan data keuangan perusahaan v4 dapat bekerja dengan baik.

c. Keuntungan
Menggunakan sistem ini memberikan banyak keuntungan, antara lain:
• Perangkat lunak yang dibuat membantu dalam melakukan pengerjaan penginputan data keuangan.
• Report – report yang dihasilkan dapat dengan mudah diprint dan ditampikan dalam layar keuangan pada perusahaan tersebut.


E4. Tingkat Dukungan

Mencakup:
a. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya untuk sistem ini tersedia seperti sumber daya manusia.

b. Manajemen puncak
Manajemen puncak dalam hal ini direktur perusahaan sangat mendukung sistem perangkat lunak penginputan data keuangan.

c. Pelatihan
Pelatihan untuk sistem ini didukung oleh pihak programmer.

The End...


Mohon Maaf Apabila terdapat kesalahaan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Part 4...

Berhubung artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya, maka untuk melihat artikel sebelumnya:

Part 1
Part 2
Part 3

D. Konversi Sistem Baru

Empat metode konversi sistem adalah:

a. Konversi langung
adalah pengimplementasian sistem baru. Apabila konversi telah dilakukan maka tidak ada cara untuk kembali ke sistem lama atau pemutusan sistem lama yang disebut dengan cold turkey. Modifikasi terhadap konversi langsung merupakan konversi uji coba.

Kelebihan: biaya konversi tidak mahal.

Kekurangan: mempunyai resiko kegagalan cukup tinggi.


b. Konversi paralel
Sistem lama dan sistem baru beroperasi secara serentak untuk beberapa periode waktu. Pada konversi ini, output dari masing-masing sistem tersebut dibandingkan, dan perbedaannya direkonsiliasi.

Kelebihan: pendekatan ini memberikan derajat proteksi yang tinggi dari kegagalan sistem baru.

Kekurangan: biaya besar untuk penduplikasian fasilitas-fasilitas dan biaya personel yang memelihara sistem rangkap tersebut.


c. Konversi phase-in
Sistem baru diimplementasikan beberapa kali yang secara perlahan mengganti sistem yang lama. Konversi ini menghindarkan dari resiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan memeberi waktu yang banyak kepada pemakai untuk mengasimilasi perubahan.

Kelebihannya: keceptan perubahan dalam organisasi tertentu dapat diminimisasi, dan sumber-sumber pemrosesan data dapat diperoleh sedikit demi sedikit selama periode waktu yang cukup luas.

Kelemahannya: biaya yang ditiadakan untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem lama, daya terapnya terbatas, dan terjadi kemunduran semangat di organisasi karena orang-orang tidak pernah merasa menyelesaikan sistem.


d. Konversi pilot
Konversi ini mengsegmentasi organisasi yaitu hanya sebagian dari organisasi mencoba mengembangkan sistem baru. Sebelum sistem baru diimplementasikan ke seluruh organisasi, sistem pilot ini harus membuktikan di tempat pengujian tersebut.

Kelebihan: lebih sedikit beresiko dibandingkan metode konversi langsung, dan lebih murah disbanding metode parallel. Segala kesalahan dapat dilokalisir dan dikoreksi sebelum implementasi lebih jauh dilakukan.

Kekurangan: membutuhkan area(sebagian) dari organisasi untuk uji coba.



Untuk contoh kasus pembuatan perangkat lunak penginputan data keuangan perusahaan v4, konversi yang dilakukan adalah konversi langsung. Konversi ini dilakukan karena selama ini penginputan data yang dilakukan masih benar-benar secara manual, yaitu dengan Menuliskan pada buku besar. Hal ini dirasakan masih sangat lambat dan sulit untuk melakukan pengeditan, dikarenakan perusahaan ini sedang dalam proses pengembangan. Hal ini disebabkan karena data yang harus diolah berjumlah cukup banyak, dan karena dengan menggunakan buku besar, maka perhitungan jurnal sampai ke laporan keuangan akan sangat sulit, bahkan tidak dipungkiri akan terjadi kesalahan perhitungan. Oleh karena itu dilakukan perancangan untuk pembuatan perangkat lunak untuk penginputan data keuangan. Konversi sistem lama ke sistem baru seperti ini tentu memberikan manfaat dan kemudahan lebih besar dibandingkan sistem yang lama.

To be Continued...


Mohon Maaf Apabila terdapat kesalahaan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Part 3...

Berhubung artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya, maka untuk melihat artikel sebelumnya:
Part 1
Part 2

C. Pembuatan Dokumentasi

Tahapan ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya dalam kasus sistem perangkat lunak untuk menginput data keuangan untuk perusahaan v4.

Dokumentasi adalah materi tertulis yang mendeskripsikan bagaimana cara beroperasinya suatu sistem, serta mencakup hal-hal apa saja yang dapat dilakukan program dan prosedur yang harus diikuti oleh user. Dokumentasi digunakan untuk tujuan-tujuan berikut:

- Pelatihan

- Penginstruksian

- Pengkomunikasian

- Penetapan standar kinerja

- Pemeliharaan system

- Referensi historis

Empat area utama dokumentasi adalah:

C1.Dokumentasi Pemakai

Prosedur yang memberitahu pemakai cara bekerja dengan sistem dan cara menjalankan tugasnya. Dokumentasi pemakai dapat dilakukan secara online atau dituliskan dalam manual prosedur. Untuk menjalankan sistem perangkat lunak untuk Penginputan data keuangan perusahaan v4 yaitu:

* Saat aplikasi dibuka, maka tampilan yang muncul adalah form login, karena aplikasi ini hanya sebagian yang bisa mengubah data keuangan yang ada pada perusahaan v4. User hanya dapat memasukan password sebanyak 3 kali. Apabila telah melewati 3 kali, maka aplikasi akan keluar dengan sendirinya, serta mematikan komputer dengan sendirinya.
* Setelah masuk ke aplikasi, maka user dapat memilih beberapa menu yang dapat membantu user untuk menggunakan aplikasi ini.
* Menu pertama adalah menu untuk menginput data keuangan yang baru, dimana menu ini berfungsi untuk menginput data keuangan yang baru. Pada menu ini, diberi batasan user yang dapat mengaksesnya.
* Menu yang kedua adalah menu untuk mengubah data keuangan yang salah, dimana menu ini berfungsi untuk mengedit data keuangan yang telah dimasukan sebelumnya, guna mengecek kebenaran. pada menu inipun diberikan batasan user yang dapat mengaksesnya
* Menu yang terakhir adalah menu untuk melihat data keuangan, dimana menu ini berfungsi untuk melihat data keuangan yang ada. pada menu ini, siapa saja dapat mengaksesnya, karena fungsi dari menu ini adalah transparasi data.
* Langkah pengerjaannya adalah user memasukan menu 1 apabila ingin menginput data keuangan (jurnal). apabila ada kesalahan pada penginputan data, user cukup masuk ke menu 2 untuk mengubahnya.

C2. Dokumentasi Sistem

Dokumentasi ini merupakan hasil-hasil yang digenerasi oleh professional sistem dan elemen-elemen rancangan yang dituangkan dalam repository(tempat penyimpanan) sentral CASE. Hasil-hasil terdokumentasi ini akan berfungsi pada saat sistem dikembangkan sebagai perangkat komunikasi yang digunakan untuk memberitahu atau pengembangan dan kemajuan sistem. Hasil-hasil sistem perangkat lunak untuk Data keuangan adalah :

* Perangkat lunak yang dibuat membantu dalam melakukan pengerjaan pencatatan data keuangan.

* Hasil laporan keuangan dapat dengan mudah di cetak.

C.3 Dokumentasi Perangkat Lunak

Dokumentasi ini berisi konversi aplikasi rancangan perangkat lunak ke software untuk memudahkan pemeliharaan dan meningkatkan kemampuan program. Programmer pemeliharaan harus memahami secara jelas fungsi dan logika perangkat lunak tersebut.


Untuk contoh kasus pembuatan perangkat lunak data keuangan perusahaan v4, kita dapat mengetahui hasil konversi aplikasi rancangan perangkat lunak ke software ditunjukkan dengan gambar berikut:


C4. Dokumentasi Operasi

Dokumentasi yang berisi form dan diagram dengan kata-kata dan nomor kunci.

Untuk contoh kasus pembuatan perangkat lunak input data perusahaan v4, kita dapat mengetahui file program yang digunakan yaitu 101(Kas) dan 201(Utang).

To be Continued...


Mohon Maaf Apabila terdapat kesalahaan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Part 2...

Berhubung dosen saya memberitahukan untuk memecah menjadi beberapa postingan, maka postingan ini saya pecah dari postingan sebelumnya. Untuk melihat postingan sebelumnya:
Part 1

B. Pelatihan Personel

Dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan personel serta memudahkan penerimaan mereka terhadap sistem baru.

Kelompok-kelompok yang diberikan pelatihan antara lain:

1. Personel Teknis
Merupakan orang-orang yang nantinya akan mengoperasikan serta memelihara sistem, sehingga tidak perlu memanggil orang khusus apabila terjadi kerusakan yang bisa di tangani dalam segi perangkat lunak.

2. Pegawai
Merupakan orang yang nantinya berinteraksi langsung dengan penggunaan perangkat lunak.

3. Manager Umum
Tentunya manager yang membutuhkan data keuangan.

4. Orang Luar Perusahaan
Merupakan orang-orang yang nantinya akan menanamkan investasi pada perusahaan ini, sehingga mereka tahu bagaimana kemajuan perusahaan yang mereka tanam sahamnya.

B.1. Program Pelatihan
Pelatihan dapat dilakukan secara tutorial atau kelas meliputi:
1. Pelatihan in-house
2. Pelatihan yang disediakan vendor
3. Pelatihan jasa luar

Pada sistem ini dipilih program pelatihan yang disediakan vendor, karena perusahaan membeli atau membuat sistem ini di suatu perusahaan informatika, sehingga pembicaranya adalah orang yang membuat sistem ini. Sehingga peserta bisa langsung bertanya-tanya tentang sistem ini.

B.2. teknik dan Alat Bantu Pelatihan

1. Teleconferencing
pada sistem ini, tidak menggunakan teleconferencing, karena semua peserta datang ketempat yang telah diberikan

2. Perangkat lunak pelatihan interaktif
perangkat-perangkat yang dibutuhkan adalah:

a. Computer Based Training (CBT)
mikrokomputer untuk memberikan pedaman kepada pemakai melalui serangkaian pelajaran yang efektif dan mudah dipelajari serta mempunyai fasilitas mencegah kesalahan.

b. Audio-Based Training
Sistem ini memerlukan akses ke cassette player, tetapi hanya komputer.

c. Video-Based Training
Sistem ini juga tidak memerlukan akses ke TV, VCR, tetapi hanya komputer.

d. video Optical Disk
Dapat disebut juga video interaktif, menggunakan CD-ROM untuk mengantarkan materi yang direkam sebelumnya ke monitor yang menghubungkan ke komputer.

3. Pelatihan dengan instruktur
Sistem ini menggunakan instruktur dari vendor, sehingga tidak memerlukan biaya yang cukup mahal, dikarenakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh vendor kepada pelanggan.

4. Pelatihan magang
Pada sistem ini tidak diperlukan pelatihan magang, karena sudah dilatih oleh seorang instruktur.

5. Manual prosedur
Diperlukan, sebagai bantuan apabila peserta sewaktu-waktu lupa dengan salah satu pengoperasiannya.

6. Buku teks
Diperlukan untuk berjaga-jaga, sehingga pada pelatihan selanjutnya untuk karyawan baru tidak perlu memanggil instruktur lagi.

To be Continued...

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Part 1...

Disebuah perusahaan sebut saja v4, mengadakan pelatihan khusus untuk menginput data keuangan agar perusahaan itu menjadi perusahaan dengan akses komputerisasi penuh. Komputerisasi penuh disini adalah agar setiap karyawan kerja menggunakan komputer, sehingga tidak perlu mencatat data keuangan seperti jurnal hingga ke laporan keuangan secara manual. Dalam pelatihan itu diperlukan perangkat lunak proses keuangan, dimana meliputi penginputan, perhitungan serta pengoutputan data keuangan.

Dapat kita jelaskan implementasi sistem yang merupakan tahap akhir dalam siklus hidup pengembangan sistem (SDLC). Hal-hal pokok yang harus disediakan sebelum implementasi adalah:

A. Persiapan Tempat

a. Perencanaan Fisik:

Tata letak (layout) yang disediakan adalah jarak antar komputer yang tidak terlalu dekat , sehingga peserta tidak merasakan hawa panas komputer yang didepannya, disertai kursi sehingga peserta dan pembicara merasa nyaman pada saat seminar, jam yang berada dibelakang peserta yang berguna untuk memudahkan pembicara untuk melihat jam, dan tidak mengganggu pikiran peserta, serta pintu masuk yang berada dibelakang dan infocus yang berada disebelah pembicara serta papan tulis yang berada di samping belakang pembicara untuk memudahkan pengajaran.

b. Fasilitas:

Fasilitas yang perlu disediakan adalah komputer, meja, kursi, jam, listrik, AC, ventilasi yang cukup, penerangan yang cukup, infocus, rak penyimpanan tas serta sepatu, papan tulis serta perlengkapan furnitur lainnya.

To be Continued...

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Pada postingan sebelumnya, telah saya jelaskan sistem peer to peer ad hoc. pada saat ini, saya akan menerangkan Implementasi sistem peer to peer ad hoc pada dunia nyata. Peer to peer ad hoc sangat berguna. hal ini dikarenakan apabila 2 komputer khususnya laptop yang mempunyai hardware berupa wifi ingin melakukan pertukaran data secara lokal (tidak melalui internet), maka ke 2 komputer tersebut tidak perlu membuat peer to peer dengan menggunakan kabel. sehingga menjadi lebih efisien, lebih hemat biaya dan lebih cepat.

Lebih efisien, karena kita tidak perlu lagi membawa-bawa kabel LAN.

Lebih hemat biaya, berhubung kita tidak memerlukan kabel LAN, maka kita tidak perlu membeli kabel UTP, jack RJ-45 serta alat-alat lain untuk membuat kabel LAN.

Lebih cepat, dikarenakan wifi dengan jarak dekat sudah pasti tidak banyak hambatan. apabila menggunakan kabel LAN, terkadang terjadi hambatan dikarenakan panjangnya kabel (walaupun komputer tersebut bersebelahan, tetapi tetap saja kabel LAN tidak mungkin sependek wifi apabila di ukur diameter jarak), rusaknya kabel (baik putus di tengah kabel ataupun di bagian RJ-45) atau pun rusaknya jack RJ-45 (patahnya penahan pada jack RJ-45)

dengan adanya masalah akibat peer to peer kabel, maka data yang ingin didapatkan secara lokal akan terganggu. apabila data atau informasi tersebut tidak didapatkan, maka secara tidak langsung, programmer ataupun analis yang ingin mengimplementasikan Sistem informasi juga akan terganggu aktifitasnya.


Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Setelah sebelumnya saya menjelaskan pengertian sistem, sekarang saya ingin menjelaskan tentang sistem peer to peer ad hoc.

peer to peer ad hoc merupakan sebuah jaringan lokal yang dapat digunakan untuk bertukar data ataupun untuk melakukan permainan dengan menggunakan 2 komputer atau lebih.

sistem peer to peer dimulai ketika sebuah komputer yang mempunyai wi-fi membuat sebuah jaringan baru, dimana si pembuat dapat membuat jaringan wi-fi dengan sebuah ketentuan keamanan yang diinginkan. Ada yang membuat tanpa keamanan, karena profile peer to peer hanya digunakan oleh semua orang-orang dalam jaringan sekitar, dimana biasanya digunakan didalam lingkungan rumah. Ada pula yang menggunakan keamanan berupa password untuk profile peer to peer, sehingga hanya orang-orang tertentu yang dapat bergabung. Biasanya ini digunakan apabila berada di lingkungan umum, sehingga tidak semua orang dapat bergabung.

Pertama-tama, hardware wifi akan mencari sinyal dari hardware wifi sekitar, apabila sudah terdeteksi suatu profile ad hoc, maka windows akan memberikan daftar profile apa saja yang terdeteksi. Setelah itu, apabila satu profile sudah dipilih, maka wifi akan memberikan respon berupa penanyaan sebuah password, apabila profile tersebut tidak memerlukan password, maka wifi akan terhubung langsung. sehingga penukaran data dapat dilakukan.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi pada artikel ini.

Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI




1. Fase Awal Pengembangan Sistem
Fase awal pengembangan sistem mengutamakan kemampuan pemakai dalam mengoperasikannya. Fase awal terdiri dari :
• Perencanaan sistem
• Analisis sistem
• Perancangan sistem secara umum/konseptual
• Evaluasi dan seleksi sistem

1.1 Fase Perencanaan Sistem

1.1.1 Latar Belakang Pengembangan Sistem
Sistem merupakan gabungan dari elemen-elemen yang saling terkait yang mempunyai tujuan yang sama. Dalam perkembangan zaman komputerisasi seperti sekarang, maka diperlukannya inovasi baru untuk sebuah perancangan sistem pembuatan KTP.


1.1.2 Tujuan Dari Pengembangan Sistem
Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah memudahkan masyarakat serta para pekerja yang yang berurusan dengan proses pembuatan KTP.

1.1.3 Batasan Masalah
Dalam pengembangan sistem ini, penulis membatasi masalah dari masyarakat yang mengajukan pembuatan atau perpanjangan KTP, hingga bagian kelurahan yang mencetaknya.

1.1.4 Studi Faktor Kelayakan

• Kelayakan Teknis
Perancangan sistem informasi untuk pembuatan KTP ini tidak memerlukan spesifikasi komputer yang tinggi.

Berikut adalah spesifikasi minimal yang diperlukan:
OS Windows XP
128MB RAM
500MB HDD
Video Card 32MB

• Kelayakan Ekonomis
Sistem ini mempunyai nilai yang cukup ekonomis, dikarenakan tidak diperlukannya tenaga ahli dalam penggunaan sistem ini, serta tidak diperlukan spesifikasi hardware yang tinggi, sehingga dapat menekan biaya operasional.

• Kelayakan Legal
Dalam sistem ini tidak menimbulkan konflik dengan pekerja yang nantinya menggunakan sistem ini, karena tidak perlu adanya pelatihan-pelatihan khusus untuk menggunakan sistem ini.

• Kelayakan Operasional
Sistem ini memudahkan masyarakat serta petugas kelurahan guna mendata KTP, serta tidak diperlukannya pelatihan-pelatihan untuk menggunakan sistem ini.

• Kelayakan Rencana
Sistem ini sudah dapat digunakan dalam waktu kurang dari tiga bulan sehingga proses pembuatan KTP akan dapat lebih cepat.

1.1.5 Studi Faktor Strategis
Produktivitas
Sistem ini mampu meningkatkan produktivitas dari pembuatan serta perpanjangan KTP, sehingga memungkinkan masyarakat tidak perlu lama dalam menunggu proses pembuatan atau perpanjangan KTP

Diferensiasi
Dengan adanya sistem ini pelayanan berbasis komputerisasi, pelayanan yang diberikan akan lebih cepat, proses lebih mudah untuk dilaksanakan, proses pembagian lebih terstruktur, lebih mudah dan cepat.

Manajamen
Dengan adanya sistem ini,maka akan adanya proses pembuatan KTP yang lebih cepat.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi pada artikel ini...
Blog For Fun And Knowledge. :D.
Read More... :D

Implementasi Sistem Informasi
PRASTOTO AJI
311-07-317
3DB01

SISTEM INFORMASI

Berikut ini merupakan beberapa definisi-definisi tentang sistem informasi

a. Definisi sistem informasi berdasarkan pakarnya

1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.

3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.

b. Pengertian sistem informasi dari berbagai sumber

1. Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.

2. Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

3. Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.

4. Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

5. Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)

6. Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.

7. Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

8. Sistem informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

9. Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi seperti operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.

Karakteristik sistem
Sistem mempunyai beberapa karakteristik:
mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.

Klasifikasi sistem
Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :

1. Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System)
Sistem abstrak adalah "sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik". (Contoh : Sistem Teologia).
Sistem fisik adalah "sistem yang ada secara fisik". (Contoh : Sistem Komputer).

2. Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan Manusia (Human Made System)
Sistem alamiah adalah "sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat manusia". (Contoh : Sistem Perputaran Bumi).
Sistem buatan manusia adalah "sistem yang dirancang oleh manusia dan melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin". (Contoh : Sistem Informasi).

3. Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System)
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan (Contoh : Sistem Komputer melalui program).
Sistem tak tentu adalah "sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas".

4. Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System)
Sistem tertutup adalah "sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya". Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya (kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup), yang ada hanyalah relatively closed system.
Sistem terbuka adalah "sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya". Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang baik.

Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu :
blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Ke-enam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

1. Blok masukan
mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

2. Blok model
terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok keluaran
produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.

4. Blok teknologi
merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi(brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem). Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program). Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)

5. Blok basis data
merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

6. Blok kendali
Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,

2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.

3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah).
Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
Read More... :D

Translator

My Twitter

My Kaskus ID

Ktp Kaskus Gw

Favourite Quote

Only GOD knows what will happen now and somehow.
-Bondan Prakoso & Fade2Black-
______________________________ Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift.
That's why it is called the "present".
-Oogway "Kung Fu Panda"-
______________________________ Doubt is the beginning of knowledge.
-Rene Descartes-
______________________________ If you use your head, you can uncover the logical answer.
-Kudo Shinichi-
______________________________ Earth is our grandest stage.
So, do the best until we die and the end of the show.
-Rocket Rockers-

About Your Connection

My Visitor Counter

Live Traffic Feed